Berita Terkini
Timur Tengah Memanas! NATO Bereaksi atas Rencana Blokade Hormuz oleh AS-Apa Dampaknya ke Dunia?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 06 April 2026 Waktu baca 5 menit
Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran agar membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Namun, peringatan dari Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut tidak diindahkan oleh Iran, yang justru menyebutnya sebagai ancaman yang tidak masuk akal.
Ancaman itu disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, seperti dilaporkan AFP pada Sabtu (4/4/2026). Ia memperingatkan bahwa Teheran akan menghadapi konsekuensi berat jika tidak bersedia mencapai kesepakatan.
“Coba ingat saat saya memberi Iran waktu sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ,” tulis Trump.
Ia juga menegaskan bahwa waktu hampir habis, dengan menyebut hanya tersisa 48 jam sebelum konsekuensi besar akan terjadi.
Sebelumnya, pada 21 Maret, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar, jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa ancaman dalam waktu 48 jam.
Namun, dua hari setelah ancaman tersebut, ia menyatakan bahwa pembicaraan dengan otoritas Iran berjalan sangat baik dan produktif, sehingga serangan terhadap pembangkit listrik ditunda selama lima hari.
Setelah itu, tenggat waktu kembali diperpanjang hingga akhirnya dijadwalkan berakhir pada pukul 20.00 hari Senin (00.00 GMT Selasa).
Para pakar menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur energi sipil berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Tanggapan Iran
Komando militer pusat Iran menolak ancaman Trump yang berencana menghancurkan infrastruktur penting negara tersebut jika Iran tidak menyetujui perdamaian dan membuka Selat Hormuz dalam 48 jam. Iran bahkan menanggapi dengan sindiran terhadap Trump.
Menurut laporan AFP pada Minggu (5/4), Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi dalam pernyataan dari Markas Besar Khatam al-Anbiya menyebut ancaman Trump sebagai tindakan yang mencerminkan ketidakberdayaan, kegugupan, ketidakseimbangan, dan kebodohan.
Ia juga merespons penggunaan bahasa religius dalam unggahan Trump dengan memperingatkan bahwa pesan tersebut justru berarti pintu neraka akan terbuka bagi Trump sendiri.
Ancaman Trump Sebelumnya
Ancaman dan respons keras antara Trump dan Iran bukanlah hal baru. Sebelumnya, Trump juga pernah mengancam Iran sekaligus menyerukan perubahan rezim.
Dilaporkan Al Jazeera pada Jumat (3/4), Trump menyatakan akan melancarkan serangan tambahan, dengan mengatakan bahwa militer AS akan menghancurkan sisa infrastruktur Iran yang belum hancur.
Ia menegaskan bahwa militer AS yang sangat kuat bahkan belum mulai menghancurkan sisa-sisa infrastruktur Iran, serta menyebut target berikutnya adalah jembatan dan pembangkit listrik.
Trump juga mendorong agar terjadi pergantian rezim di Iran secepat mungkin, dengan menyatakan bahwa kepemimpinan baru nantinya akan mengetahui langkah yang harus diambil dan harus bertindak cepat.
Sebelumnya, Trump juga mengungkapkan bahwa pihaknya kembali melakukan serangan ke Iran yang menargetkan jembatan B1 di Karaj, yang dikenal sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah.
Menurut laporan AFP pada Jumat (3/4), serangan tersebut terjadi tidak lama setelah Trump mengancam akan mengembalikan Iran ke “Zaman Batu.” Ia juga membagikan video di media sosial yang menunjukkan asap tebal dari jembatan B1 di Karaj, yang terletak sekitar 35 kilometer barat daya Teheran.
Trump memperingatkan bahwa kehancuran lebih lanjut akan terjadi jika Iran tidak bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima minggu.
Ia juga menyatakan bahwa jembatan terbesar di Iran telah runtuh dan tidak dapat digunakan lagi, serta memperingatkan bahwa lebih banyak kehancuran akan menyusul jika Iran tidak segera mencapai kesepakatan sebelum semuanya terlambat dan tidak ada lagi yang tersisa dari negara tersebut.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.