Tren Pura-Pura Kerja di China: Fenomena Menyembunyikan Pengangguran yang Viral!

Berita Terkini - Diposting pada 19 January 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi ai pekerja kantoran

DIGIVESTASI - Di China, muncul tren baru yang menarik perhatian masyarakat. Beberapa wilayah kini menawarkan layanan "pura-pura kerja", yang dirancang untuk membantu individu menyembunyikan status pengangguran mereka dari keluarga.

 

Dengan tarif harian sekitar 30 yuan (sekitar Rp 65 ribu), layanan ini menyediakan akses ke ruang kantor lengkap dengan makan siang. Salah satu promosi layanan ini terlihat di provinsi Hebei, di mana sebuah video beredar di internet menampilkan ruang kantor yang menyasar mereka yang merasa malu karena menganggur.

 

Dengan biaya 29,9 yuan per hari, pelanggan bisa "bekerja" di ruang kantor tersebut dari pukul 10 pagi hingga 5 sore, termasuk makan siang, menurut informasi yang dikutip dari SCMP pada Jumat (17/1/2025).

 

Selain itu, terdapat juga penyedia layanan lain yang menawarkan pengalaman berpura-pura menjadi bos, lengkap dengan kursi kulit untuk sesi foto. Layanan ini dibanderol sekitar 50 yuan (sekitar Rp 110 ribu), memungkinkan orang untuk tampil seolah bekerja di perusahaan besar.

 

Fenomena ini memicu perbincangan ramai di media sosial China, dengan lebih dari 100 juta penayangan terkait topik ini. Beberapa pihak menganggap layanan ini membantu meredakan tekanan psikologis akibat pengangguran, sementara yang lain mengkritiknya sebagai pelarian dari kenyataan.

 

Sebuah pandangan online menyatakan bahwa layanan ini memberikan dukungan bagi mereka yang mengalami tekanan sosial, terutama mengingat tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda. Namun, ada pula kritik yang menyatakan bahwa layanan semacam itu justru menghambat pencarian pekerjaan yang lebih substansial.

 

Tantangan besar yang dihadapi China adalah tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda. Pada Juni 2023, tingkat pengangguran untuk usia 16-24 tahun mencapai rekor tertinggi, yakni 21,3 persen. Angka ini sedikit menurun menjadi 16,1 persen pada November 2023, namun masalah pengangguran tetap menjadi isu besar.

 

Salah satu individu yang terdampak pengangguran, Jiawei, mantan karyawan e-commerce di Hangzhou, mengaku menghabiskan waktunya di kafe untuk mencari pekerjaan tanpa memberitahukan keluarganya. Jiawei mengatakan, "Pengangguran itu berat, tetapi saya tidak ingin membebani keluarga saya dengan hal ini."

 

Sementara itu, Chen, mantan pekerja semikonduktor dari Hubei, memilih untuk menyembunyikan status penganggurannya dari pacar dan menghabiskan waktu di perpustakaan untuk mempersiapkan ujian pegawai negeri dengan uang pesangon yang diperolehnya.

 

Menurut Zhang Yong, profesor di Universitas Sains dan Teknologi Wuhan, fenomena "pura-pura kerja" ini mencerminkan tekanan budaya yang sangat tinggi dalam hal kesuksesan karier. "Kehilangan pekerjaan bisa menjadi pukulan besar yang memicu depresi," jelas Zhang. Ia menyarankan agar mereka yang menganggur mencari dukungan profesional serta lebih terbuka dengan keluarga.

 

Zhang menambahkan bahwa mereka yang sedang mencari pekerjaan perlu memahami situasi pasar kerja yang ada, menyesuaikan harapan, dan mengembangkan pola pikir yang lebih sehat terkait pilihan karier.

 

Tren layanan "pura-pura kerja" di China tidak hanya mencerminkan masalah di dunia kerja, tetapi juga tekanan sosial yang dihadapi oleh generasi muda. Dalam perdebatan tersebut, satu hal yang pasti: dukungan emosional dan mental sangat dibutuhkan oleh mereka yang menghadapi tantangan karier.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.