Saham News
Breaking News: Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Terkoreksi Lebih dari 1%
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 11 March 2026 Waktu baca 5 menit
Korea Utara memberikan tanggapan atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Khamenei, yang meninggal dunia akibat serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari.
Pemerintah yang dipimpin Kim Jong Un menyatakan menghormati keputusan Iran dalam menentukan pemimpin tertinggi yang baru. Dalam pernyataannya, Korea Utara juga menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang merusak stabilitas perdamaian di kawasan.
“Kami menghormati hak serta pilihan rakyat Iran dalam menentukan pemimpin tertinggi mereka,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Pyongyang yang tidak disebutkan identitasnya, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
“Amerika Serikat dan Israel telah merusak fondasi perdamaian serta keamanan regional dan memperburuk ketidakstabilan di berbagai belahan dunia,” lanjutnya.
Lebih jauh, juru bicara tersebut menilai bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melanggar “sistem politik dan integritas wilayah” Iran. Bahkan, keduanya disebut berupaya untuk “menjatuhkan sistem sosial” negara tersebut.
“Tindakan tersebut layak mendapatkan kecaman dan penolakan dari masyarakat internasional karena sama sekali tidak dapat ditoleransi,” tambah pejabat tersebut.
Selama beberapa dekade terakhir, Amerika Serikat telah memimpin berbagai upaya untuk membongkar program nuklir Korea Utara. Namun, berbagai pertemuan tingkat tinggi, sanksi ekonomi, serta tekanan diplomatik hanya menghasilkan dampak yang terbatas.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Presiden AS Donald Trump berusaha menghidupkan kembali dialog tingkat tinggi dengan Pyongyang, dengan harapan dapat mengadakan pertemuan puncak antara Trump dan Kim Jong Un. Setelah selama berbulan-bulan sebagian besar mengabaikan tawaran tersebut, Kim Jong Un baru-baru ini menyatakan bahwa kedua negara dapat “berhubungan dengan baik” apabila Washington menerima status nuklir Pyongyang.
Sementara itu, media pemerintah Pyongyang pada hari Rabu juga melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara mengawasi langsung uji peluncuran rudal jelajah strategis lainnya dari kapal perusak angkatan laut Choe Hyon. Negara tersebut sebelumnya telah melakukan uji coba rudal serupa dari kapal yang sama pada pekan lalu, dengan klaim bahwa mereka sedang dalam proses “mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir”.
“Menekankan pentingnya memperluas kemampuan pencegah perang nuklir yang kuat dan dapat diandalkan,” tulis KCNA dalam menyampaikan arahan dari Kim Jong Un.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.