Bank Indonesia Tetap Pertahankan BI Rate di 5,75%, Bagaimana Dampaknya ke IHSG?

Berita Terkini - Diposting pada 22 February 2025 Waktu baca 5 menit

news.sah.co.id

Pada 19 Februari 2025, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75%. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta nilai tukar Rupiah di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Namun, bagaimana kebijakan ini memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?

 

Alasan Bank Indonesia Mempertahankan BI Rate

Dalam pernyataan resminya, Bank Indonesia mengungkapkan bahwa keputusan mempertahankan BI Rate di level 5,75% didasarkan pada beberapa faktor utama, antara lain:
 

  • Inflasi yang Terkendali
    Bank Indonesia memperkirakan inflasi tetap berada dalam kisaran target 2,5±1% untuk tahun 2025 dan 2026, sehingga tidak memerlukan perubahan kebijakan suku bunga saat ini.

  • Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
    Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

  • Dukungan terhadap Pertumbuhan Ekonomi
    Selain menjaga stabilitas makroekonomi, Bank Indonesia juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial yang tetap akomodatif.

"Keputusan ini merupakan bagian dari langkah stabilisasi untuk menjaga inflasi, nilai tukar, serta mendukung pemulihan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dikutip dari Bisnis.com.

 

Dampak terhadap IHSG

Pasca pengumuman kebijakan tersebut, IHSG ditutup melemah 1,14% ke level 6.794,86 pada perdagangan Rabu (19/2). Sejumlah saham di sektor perbankan juga mengalami tekanan, seiring dengan sentimen pasar terhadap suku bunga yang masih bertahan di level tinggi.
 

Menurut laporan dari Kontan, meskipun keputusan BI sudah sesuai dengan ekspektasi, pelaku pasar masih menantikan kepastian mengenai kemungkinan penurunan suku bunga di masa mendatang. "Pasar sebenarnya sudah mengantisipasi keputusan ini, namun ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga yang belum terealisasi membuat investor tetap berhati-hati," ungkap Felix Darmawan, analis dari Panin Sekuritas.

 

Apakah Keputusan Ini Menguntungkan IHSG?

Dalam jangka pendek, kebijakan ini cenderung memberikan dampak netral hingga negatif bagi IHSG, terutama terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, seperti properti dan perbankan.

 

Namun, dari perspektif jangka panjang, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75% menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas utama. Jika inflasi tetap terkendali dan tekanan eksternal berkurang, ada kemungkinan BI akan menurunkan suku bunga di masa mendatang, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar saham.

 

Kebijakan ini memberikan sinyal stabilitas bagi pasar keuangan Indonesia. Meskipun IHSG sempat mengalami tekanan, investor jangka panjang masih optimistis terhadap prospek pemangkasan suku bunga ke depan. Dengan inflasi yang terkendali dan nilai tukar Rupiah yang stabil, peluang bagi IHSG untuk kembali menguat tetap terbuka jika Bank Indonesia mulai memberikan indikasi kebijakan moneter yang lebih longgar dalam beberapa bulan mendatang.

 

Sumber: Bisnis.com | Kontan | CNBC Indonesia

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.