Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 04 February 2025 Waktu baca 5 menit
Peristiwa Penting di Dunia Kripto: Illinois Pertimbangkan Cadangan Bitcoin, Tesla Raup Keuntungan Besar
Dunia kripto kembali menghadirkan perkembangan signifikan yang mengguncang pasar serta memicu diskusi terkait regulasi, teknologi, dan adopsi Bitcoin. Dari langkah strategis Illinois hingga laporan keuangan Tesla yang mencatat keuntungan besar dari investasi Bitcoin, berikut rangkuman berita terbaru dunia kripto sebagaimana dilansir dari Cointelegraph.com.
Illinois menjadi negara bagian AS terbaru yang mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk membentuk cadangan strategis Bitcoin. Inisiatif ini bertujuan menjadikan Bitcoin sebagai aset keuangan yang disimpan oleh pemerintah negara bagian.
RUU DPR 1844 (HB1844), yang diajukan oleh Perwakilan Negara Bagian Illinois John Cabello, mengusulkan pendirian dana khusus di kas negara untuk menyimpan Bitcoin sebagai aset keuangan strategis. Dalam proposalnya, Bitcoin akan disimpan dalam jangka waktu minimal lima tahun setelah dana tersebut dibentuk.
Dokumen pengajuan menyatakan:
"Bendahara Negara harus menyimpan semua Bitcoin yang dimasukkan ke dalam dana tersebut selama setidaknya lima tahun sejak Bitcoin tersebut berada dalam pengawasan negara."
Tesla mengumumkan keuntungan sebesar USD 600 juta dari kepemilikan Bitcoin pada kuartal keempat (Q4) tahun 2024. Keuntungan ini diperoleh setelah menerapkan aturan akuntansi baru yang memungkinkan perusahaan mencatat nilai pasar aset kripto di neraca keuangan mereka.
Laporan keuangan Tesla menunjukkan bahwa total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini mencapai lebih dari USD 1 miliar, melonjak tajam dari USD 184 juta pada kuartal sebelumnya. Perusahaan juga mencatat keuntungan bersih sebesar USD 589 juta dari kepemilikan Bitcoin sepanjang periode tersebut, dengan total simpanan mencapai 9.720 BTC, menurut Bitcoin Treasuries.
Tesla memanfaatkan aturan terbaru dari Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) yang mulai berlaku pada Desember 2023. Regulasi ini memungkinkan perusahaan yang memegang aset kripto untuk mencatat nilai pasar Bitcoin dalam laporan keuangan mereka. Sebelumnya, aturan lama mengharuskan perusahaan mencatat aset kripto dengan nilai yang lebih rendah jika mengalami penurunan harga dan tidak dapat menaikkannya kembali hingga aset tersebut dijual, meskipun harga pasar telah meningkat.
Sebagai informasi, Tesla pertama kali membeli Bitcoin pada Februari 2021 dan sempat memiliki 42.902 BTC sebelum akhirnya menjual 75% kepemilikannya pada Juli 2022. Penjualan lebih dari 30.000 Bitcoin kala itu menghasilkan pendapatan sebesar USD 936 juta bagi perusahaan.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: liputan6.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.