Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 02 February 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - The Fed Pertahankan Suku Bunga, Trump Dorong Pemangkasan Lebih Cepat, Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25-4,50% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia (30/1/2025). Keputusan ini menjadi yang pertama setelah tiga kali pemangkasan berturut-turut sepanjang tahun lalu.
The Fed menegaskan bahwa arah kebijakan suku bunga ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi. Meski banyak pihak berharap pemangkasan lebih lanjut, bank sentral memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak tergesa-gesa.
Ketahanan Pasar Tenaga Kerja vs. Ancaman Inflasi
Salah satu alasan utama di balik keputusan ini adalah ketahanan pasar tenaga kerja yang masih kuat. Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,1% pada Desember 2024, lebih baik dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,2%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa ekonomi masih cukup solid, sehingga belum ada urgensi bagi The Fed untuk segera menurunkan suku bunga.
Namun, di sisi lain, inflasi masih menjadi tantangan utama. Mengutip Ajaib.com (01/02/2025), inflasi konsumen AS meningkat ke 2,9% year-on-year (yoy) pada Desember 2024, naik dari 2,4% yoy pada September. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa inflasi bisa bertahan lebih tinggi dari target The Fed yang sebesar 2%.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa pasar tenaga kerja bukanlah faktor utama pendorong inflasi saat ini. Namun, ia menyatakan bahwa bank sentral perlu melihat bukti nyata penurunan inflasi atau pelemahan di sektor tenaga kerja sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Trump vs. The Fed: Kepentingan Berseberangan?
Keputusan The Fed ini bertolak belakang dengan keinginan Presiden AS Donald Trump, yang mendorong suku bunga lebih rendah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi. Trump bahkan secara terbuka menyatakan harapannya agar The Fed segera memangkas suku bunga, terutama setelah ia menerapkan kebijakan penurunan harga energi.
Namun, Powell menegaskan bahwa The Fed tetap independen dan tidak akan terpengaruh oleh tekanan politik.
"Kami akan terus mengambil keputusan berdasarkan data ekonomi yang ada, bukan atas permintaan politik," ujar Powell dalam konferensi pers usai pertemuan FOMC.
Sejarah menunjukkan bahwa hubungan Trump dengan The Fed kerap tegang. Selama masa kepemimpinannya sebelumnya, Trump sering mengkritik kebijakan moneter yang dianggap terlalu ketat. Kini, dengan Trump kembali menjabat, benturan kebijakan antara Gedung Putih dan The Fed tampaknya akan kembali terjadi.
Dampak Kebijakan The Fed terhadap Pasar Kripto
Dalam konferensi pers pada Rabu, Powell juga menanggapi pertanyaan terkait spekulasi di pasar aset kripto dan dampaknya terhadap stabilitas keuangan serta peranannya dalam portofolio rumah tangga. Powell menegaskan bahwa The Fed hanya mengawasi perbankan, bukan mengatur aset kripto secara langsung.
"Bank dapat dengan bebas melayani pelanggan aset kripto selama mereka memahami dan dapat mengelola risikonya dengan aman," ujar Powell.
Selain itu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini mencabut aturan Staff Accounting Bulletin (SAB) 121, yang sebelumnya membatasi bank dalam menyediakan layanan kustodi untuk aset digital.
Dengan adanya aturan baru, SAB 122, bank kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menawarkan layanan kustodi aset kripto. Pergeseran regulasi ini diperkirakan akan mendorong adopsi yang lebih luas serta semakin mengintegrasikan aset kripto ke dalam sistem keuangan tradisional.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: ajaib.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.