Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 06 February 2025 Waktu baca 5 menit
Analis dari Standard Chartered memperkirakan bahwa harga Bitcoin berpotensi mencapai US$500.000 pada tahun 2028. Proyeksi ini didasarkan pada meningkatnya akses investor terhadap Bitcoin serta penurunan volatilitas, yang menjadikannya sebagai lindung nilai unik terhadap sistem keuangan tradisional.
Dalam laporan investor yang dirilis pada Rabu (5/2/2025), Geoffrey Kendrick, Global Head of Digital Asset Research di Standard Chartered, menyoroti bahwa akses investasi Bitcoin semakin luas di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.
"Akses telah menunjukkan peningkatan di bawah pemerintahan Trump," tulis Kendrick.
Faktor ini diyakini akan menarik lebih banyak investor institusional, seiring dengan berkembangnya infrastruktur perdagangan seperti pasar opsi Bitcoin.
Kendrick menjelaskan bahwa kombinasi dari meningkatnya partisipasi investor institusional dan berkembangnya infrastruktur perdagangan dapat mendorong harga Bitcoin mencapai US$500.000 sebelum masa jabatan Trump berakhir.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tren ini adalah berkurangnya volatilitas harga Bitcoin, berkat semakin matangnya pasar Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin di AS.
Sejak diluncurkan pada Januari 2024, ETF Bitcoin spot telah membuka akses investasi secara signifikan, dengan total arus masuk bersih mencapai US$40,6 miliar hingga saat ini, menurut data Farside Investors.
Kendrick membandingkan fenomena ini dengan harga emas yang melonjak 4,3 kali lipat setelah produk investasi berbasis emas seperti Exchange-Traded Products (ETP) diperkenalkan pada 2004. Ia memperkirakan bahwa ETF Bitcoin dapat mengalami lonjakan serupa, tetapi dalam jangka waktu yang lebih singkat, yakni sekitar dua tahun, dibandingkan tujuh tahun seperti emas.
Selain faktor ETF, Kendrick menilai bahwa kebijakan regulasi di bawah kepemimpinan Trump semakin memperkuat fundamental Bitcoin.
Salah satu kebijakan yang berpengaruh adalah pencabutan Staff Accounting Bulletin (SAB 121), yang sebelumnya membatasi perusahaan dalam mencatat kepemilikan aset digital. Dengan pencabutan ini, perusahaan kini lebih fleksibel dalam menyimpan dan mengelola Bitcoin dalam neraca keuangan mereka.
Kendrick juga menyoroti perintah eksekutif Trump yang menginstruksikan evaluasi kemungkinan pembentukan cadangan nasional aset digital. Jika kebijakan ini diterapkan, Federal Reserve AS berpotensi mempertimbangkan investasi dalam Bitcoin.
"Mengingat perkembangan ini, yang sejalan dengan ekspektasi kami sebelumnya, kami tetap menargetkan Bitcoin mencapai US$200.000 pada akhir 2025. Setelah itu, kami memperkirakan harga Bitcoin naik ke US$300.000 pada 2026, US$400.000 pada 2027, dan US$500.000 pada 2028, serta bertahan di level tersebut hingga akhir 2029," pungkas Kendrick.
Hingga artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$97.200, mengalami penurunan 7% dalam sepekan terakhir. Aset kripto ini terus melemah dari level tertingginya di US$109.100 pada 20 Januari, di tengah gejolak perang dagang AS-Tiongkok.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: coinvestasi.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.