Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 27 March 2025 Waktu baca 5 menit
Open House Group, salah satu perusahaan real estat terkemuka di Jepang, resmi mengumumkan penerimaan pembayaran menggunakan mata uang kripto Ripple (XRP) untuk transaksi pembelian properti. Langkah ini menandai kemajuan signifikan dalam industri real estat Jepang dan membuka peluang baru bagi investor global yang ingin memasuki pasar properti Jepang, seperti dilaporkan oleh Blockchainmedia.id.
Sejak Januari 2025, Open House Group telah menerima pembayaran menggunakan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Kemudian, pada 21 Maret 2025, perusahaan memperluas opsi pembayaran dengan menambahkan Ripple (XRP), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) ke dalam daftar mata uang kripto yang diterima. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah transaksi properti bagi pelanggan internasional serta mendorong adopsi kripto yang lebih luas dalam industri real estat.
Keputusan Open House Group untuk menerima XRP diharapkan dapat mempercepat adopsi mata uang kripto ini dalam transaksi bernilai besar. Sebagai perusahaan real estat terbesar kelima di Jepang berdasarkan pendapatan, Open House Group memiliki potensi besar dalam mendorong penggunaan XRP dalam sektor properti. Sebelumnya, pada 2023, platform pembayaran BitPay mencatat peningkatan 42% dalam volume transaksi menggunakan XRP, mencerminkan tren positif dalam adopsi mata uang kripto ini.
Menurut laporan dari Pintu.co.id, Open House Group telah mengeksplorasi penerapan teknologi blockchain dalam operasional bisnisnya sejak 2022. Selain itu, perusahaan ini juga aktif mendukung penelitian terkait Lightning Network Bitcoin, menunjukkan komitmen terhadap inovasi teknologi blockchain. Dengan menerima pembayaran dalam berbagai mata uang kripto, Open House Group tidak hanya beradaptasi dengan tren pasar, tetapi juga menawarkan fleksibilitas lebih besar bagi investor global dalam membeli properti.
Langkah Open House Group sejalan dengan tren global yang menunjukkan peningkatan penerimaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran di berbagai sektor, termasuk real estat. Di Jepang, penggunaan teknologi Ripple oleh lembaga keuangan juga mengalami pertumbuhan pesat. Hingga Agustus 2024, sekitar 80% bank di Jepang, termasuk SBI Holdings dan Mizuho Bank, telah bermitra dengan Ripple untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas melalui teknologi blockchain.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi mata uang kripto sebagai alat pembayaran, industri properti menjadi salah satu contoh bagaimana aset digital dapat diintegrasikan ke dalam sektor tradisional. Langkah ini tidak hanya membuka peluang baru bagi investor, tetapi juga mempercepat transformasi digital dalam dunia keuangan dan real estat secara global.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.