Negara dengan Kepemilikan Bitcoin Terbesar di 2025: Siapa yang Menguasai Pasar Crypto?

Crypto News - Diposting pada 09 May 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

Negara dengan Kepemilikan Bitcoin Terbesar: Akumulasi Aset Digital yang Menarik Perhatian
Sejumlah negara telah mengakumulasi cadangan Bitcoin (BTC) dalam jumlah besar, baik melalui penyitaan aset ilegal, pembelian strategis, maupun aktivitas penambangan. Berikut adalah daftar negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar berdasarkan data terkini:

 

1. Amerika Serikat – 207.189 BTC
Amerika Serikat memimpin dengan kepemilikan sekitar 207.189 BTC, senilai lebih dari $20 miliar. Mayoritas Bitcoin ini diperoleh melalui penyitaan aset dari kegiatan ilegal, termasuk peretasan Bitfinex pada 2016 dan pasar gelap Silk Road. Pemerintah AS juga telah mengumumkan pembentukan "Strategic Bitcoin Reserve" untuk mengelola aset digital ini sebagai bagian dari kebijakan keuangan nasional.

 

2. Tiongkok – 194.000 BTC
Tiongkok menempati posisi kedua dengan sekitar 194.000 BTC, yang sebagian besar diperoleh dari penyitaan yang terkait dengan skema Ponzi PlusToken pada 2019. Meski pemerintah Tiongkok melarang perdagangan dan penambangan kripto, mereka masih mempertahankan cadangan Bitcoin yang signifikan.

 

3. Britania Raya – 61.000 BTC
Britania Raya memiliki sekitar 61.000 BTC, yang diperoleh melalui penyitaan aset dari aktivitas kejahatan siber dan pencucian uang. Sebagian Bitcoin tersebut dilelang untuk mendanai upaya penegakan hukum di negara tersebut.

 

4. Ukraina – 46.351 BTC
Ukraina mengakumulasi sekitar 46.351 BTC, mayoritas dari donasi publik selama konflik dengan Rusia dan penyitaan aset dari kasus korupsi. Bitcoin berperan penting dalam mendanai kebutuhan kemanusiaan dan militer Ukraina.

 

5. Bhutan – 13.029 BTC
Kerajaan Bhutan secara diam-diam mengakumulasi sekitar 13.029 BTC melalui aktivitas penambangan yang didukung oleh sumber daya hidroelektrik yang melimpah. Investasi ini menjadi bagian dari strategi negara untuk mendiversifikasi aset nasional dan memanfaatkan teknologi blockchain.

 

6. El Salvador – 6.102 BTC
El Salvador, negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, memiliki sekitar 6.102 BTC. Pemerintahnya secara aktif membeli Bitcoin sebagai bagian dari kebijakan ekonomi nasional dan untuk menarik investasi asing.

 

7. Korea Utara – 13.580 BTC (Melalui Kelompok Lazarus)
Korea Utara, melalui kelompok peretas Lazarus, mengakumulasi sekitar 13.580 BTC dari berbagai aktivitas peretasan dan pencurian aset kripto. Dana ini diduga digunakan untuk mendanai program nuklir dan rudal balistik negara tersebut.

 

8. Finlandia – 1.981 BTC
Finlandia memiliki sekitar 1.981 BTC, yang diperoleh dari penyitaan aset terkait perdagangan narkotika. Beberapa Bitcoin ini telah dijual untuk mendanai program sosial pemerintah.

 

9. India – 450 BTC
India memiliki sekitar 450 BTC, yang diperoleh dari penyitaan dalam kasus penipuan kripto. Pemerintah India sedang mempertimbangkan penggunaan Bitcoin sebagai bagian dari dana aset digital nasional.

 

Kepemilikan Bitcoin oleh negara-negara ini menunjukkan pendekatan strategis terhadap aset digital sebagai bagian dari kebijakan ekonomi dan keuangan mereka. Dengan meningkatnya adopsi dan nilai Bitcoin, negara-negara tersebut semakin menunjukkan bagaimana kripto dapat memainkan peran penting dalam lanskap keuangan global.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.