Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 11 July 2025 Waktu baca 5 menit
Di tengah fluktuasi tajam pasar kripto, pertanyaan klasik kembali mencuat di kalangan investor: kapan waktu terbaik untuk membeli Bitcoin? Analisis pasar terbaru menunjukkan bahwa saat ini bisa menjadi salah satu momentum strategis untuk masuk ke pasar, didukung oleh pola historis dan sentimen pasar yang mulai membaik.
Laporan mingguan CryptoQuant dan Santiment mengungkapkan bahwa awal pekan, khususnya Senin hingga Rabu, secara historis menunjukkan lonjakan aktivitas pembelian institusional. Volume transaksi Bitcoin cenderung meningkat setelah volatilitas akhir pekan mereda.
Santiment dalam riset terbarunya pada awal Juli 2025 mencatat, “Sentimen pasar Bitcoin memperlihatkan pola akumulasi senyap di awal pekan, yang secara historis menjadi titik masuk yang lebih menguntungkan.”
Sementara itu, data CoinMarketCap menunjukkan rata-rata harga Bitcoin pada Senin pagi biasanya berada di level rendah, sebelum secara bertahap naik mendekati akhir pekan. Secara statistik, kenaikan harga Bitcoin pada Senin hingga Rabu tercatat di kisaran 1,2% hingga 2,3%, lebih tinggi dibanding hari-hari berikutnya yang kerap diwarnai aksi ambil untung.
Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) Bitcoin hari ini berada pada kisaran 45–48 poin, mendekati area oversold. Ini menunjukkan pasar berada dalam kondisi jenuh jual ringan dan berpotensi mengalami rebound.
Selain itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) memperlihatkan sinyal bullish crossover yang mulai terbentuk sejak sesi perdagangan Asia pagi ini.
Analis Glassnode mencatat, “Bitcoin saat ini berada dalam zona support kuat di kisaran US$56.000 hingga US$58.000, level yang sebelumnya menjadi area akumulasi para whale dan institusi besar.”
Dari sisi makroekonomi, sinyal dovish dari The Federal Reserve yang menunda kenaikan suku bunga turut menenangkan pasar aset berisiko, termasuk kripto. Pelemahan indeks dolar AS (DXY) ke level 102,4 juga memperkuat peluang penguatan Bitcoin, mengingat hubungan terbalik antara keduanya.
Selain itu, meredanya ketegangan dagang antara AS dan China serta stabilitas harga minyak global dalam sepekan terakhir ikut mendorong sentimen positif di pasar kripto.
Meski indikator historis dan teknikal menunjukkan sinyal positif, para analis mengingatkan bahwa Bitcoin tetap merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Potensi koreksi tetap terbuka, apalagi jika muncul sentimen negatif mendadak dari regulator atau kondisi makroekonomi global. “Membeli Bitcoin ketika pasar melemah secara teknikal memang membuka peluang keuntungan jangka pendek, namun penting bagi investor untuk tetap menjaga manajemen risiko yang disiplin.”
Berdasarkan data historis, analisis teknikal, dan sentimen makroekonomi terkini, hari ini dinilai menjadi salah satu momen yang menarik untuk membeli Bitcoin, terutama bagi investor jangka menengah yang mengincar entry point di level support. Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan risiko dan strategi keuangan masing-masing.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.