Bybit Dibobol! Rp 23,7 Triliun Aset Kripto Raib, Investor Panik

Crypto News - Diposting pada 24 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi AI

Bybit Alami Peretasan Besar, Aset Digital Senilai Rp 23,7 Triliun Raib

Perusahaan mata uang kripto Bybit mengumumkan serangan siber besar-besaran yang menyebabkan hilangnya aset digital senilai 1,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 23,7 triliun. Insiden ini berpotensi menjadi pencurian kripto terbesar dalam sejarah.

 

Mengutip laporan BBC, pendiri Bybit, Ben Zhou, menegaskan bahwa dana pengguna tetap aman. Perusahaan juga telah berkomitmen untuk menggantikan seluruh kerugian bagi pengguna yang terdampak.


 

Serangan Terhadap Dompet Digital Ethereum

Bybit mengungkapkan bahwa peretas menargetkan dompet digital yang menyimpan Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.

 

Zhou menjelaskan bahwa kerugian ini dapat ditanggung langsung oleh perusahaan atau melalui pinjaman dari mitra bisnisnya. Saat ini, Bybit memiliki total aset senilai 20 miliar dolar AS (Rp 316,2 triliun).

 

Peretas diduga mengeksploitasi celah keamanan sebelum mentransfer aset curian ke alamat yang tidak diketahui. Akibat peristiwa ini, harga Ethereum sempat turun 4% pada Jumat (waktu setempat), menjadi 2.641 dolar AS (Rp 41,7 juta) per koin.

 

Jika dikonfirmasi, skala pencurian ini akan melampaui peretasan Ronin Network pada 2022, yang mengakibatkan kerugian sebesar 620 juta dolar AS (Rp 9,8 triliun).


 

Bybit Lapor ke Otoritas, Keamanan Kripto Jadi Sorotan

Berbasis di Dubai dan berdiri sejak 2018, Bybit mengklaim memiliki lebih dari 60 juta pengguna di seluruh dunia.

 

Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Bybit menyatakan telah melaporkan peretasan ini kepada otoritas terkait dan sedang melakukan investigasi untuk mengidentifikasi pelaku.

 

Zhou juga menegaskan bahwa seluruh aset pengguna dijamin 1:1, sehingga perusahaan mampu menanggung sepenuhnya kerugian akibat peretasan ini.

 

Serangan terhadap bursa kripto bukanlah hal baru. Sebelumnya, Mt. Gox bangkrut pada 2014 setelah kehilangan Bitcoin senilai 350 juta dolar AS (Rp 5,5 triliun) akibat peretasan. Pada 2019, Binance juga mengalami insiden serupa, kehilangan Bitcoin senilai 41 juta dolar AS (Rp 648 miliar).

 

Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump sempat menuai kritik setelah meluncurkan koin digital TRUMP, meskipun mengaku tidak memahami kripto. Koin tersebut sempat mengalami lonjakan nilai sebelum akhirnya anjlok.

 

Kasus peretasan seperti yang dialami Bybit menunjukkan bahwa keamanan di dunia mata uang digital masih menjadi tantangan besar.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.