Bitcoin Terancam Bearish! Analis Ungkap Penyebab & Prediksinya

Crypto News - Diposting pada 17 February 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

CryptoQuant: Indikator On-Chain Bitcoin Mengarah ke Fase Bearish

Platform analitik on-chain, CryptoQuant, memperingatkan bahwa metrik Inter-Exchange Flow Pulse (IFP) menunjukkan potensi penurunan harga Bitcoin (BTC). Data ini mengindikasikan bahwa Bitcoin tengah memasuki fase bearish, seiring investor yang mulai mengurangi eksposur risiko terhadap harga saat ini.

 

Menurut J.A. Maartunn, kontributor CryptoQuant, pergerakan Bitcoin antara exchange derivatif dan spot menjadi indikator penting bagi pelaku pasar yang mengharapkan tren bullish BTC.

 

Ketika aliran Bitcoin ke exchange derivatif meningkat, hal ini umumnya menandakan periode bullish, karena trader mengalokasikan asetnya untuk membuka posisi long di pasar derivatif.

 

Sebaliknya, jika Bitcoin keluar dari exchange derivatif dan berpindah ke exchange spot, ini menjadi sinyal fase bearish, yang sering kali terjadi ketika investor besar atau whale mulai menutup posisi buy dan mengurangi eksposur risiko mereka.

 

Grafik terbaru menunjukkan tren IFP mulai menurun, yang bertepatan dengan penurunan harga BTC.

"Indikator ini kini mengarah ke bearish, yang mencerminkan penurunan selera risiko pasar dan berpotensi menjadi awal dari fase bearish," ujar Maartunn.

 

Riwayat Pergerakan IFP Bitcoin

Indikator IFP tercatat mencapai puncak tertingginya pada Maret 2021, sebulan sebelum BTC/USD menyentuh rekor US$58.000 atau sekitar Rp940,1 juta, yang bertahan selama tujuh bulan.

 

Pada Januari 2025, saat Bitcoin mencetak rekor baru di US$109.000 atau sekitar Rp1,7 miliar, IFP masih berada di bawah level tertinggi empat tahun sebelumnya.

 

Data historis menunjukkan bahwa setiap puncak siklus harga Bitcoin selalu diiringi oleh puncak baru dalam indikator IFP.

 

Meskipun saat ini hanya sedikit analis yang memperkirakan tren bullish akan segera berakhir, lonjakan harga Bitcoin masih berpotensi terjadi, terutama jika likuiditas global meningkat. Namun, hal ini tetap bergantung pada kebijakan makroekonomi AS, yang memainkan peran kunci dalam pergerakan pasar kripto.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.