Bitcoin Tembus US$97.000! Apa Penyebab Lonjakan Gila Ini?

Crypto News - Diposting pada 07 May 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

Dominasi Bitcoin terus menunjukkan peningkatan pesat menjelang pelaksanaan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

 

Menurut data dari Refinitiv, pada Rabu, 7 Mei 2025 pukul 07:08 WIB, harga Bitcoin naik sebesar 2,36% ke level US$96.892. Bahkan, sepanjang perdagangan harian (intraday), Bitcoin sempat mencapai titik tertinggi di angka US$97.083.

 

Kenaikan harga ini bukanlah hal baru, mengingat Bitcoin sudah mulai pulih sejak 8 April 2025, ketika harganya sempat anjlok ke bawah level US$80.000.

Peningkatan harga tersebut juga dibarengi dengan lonjakan dominasi Bitcoin (Bitcoin Dominance) yang kini melebihi angka 65%, tertinggi sejak Januari 2021. Kenaikan ini mengindikasikan terjadinya aliran modal dari altcoin ke Bitcoin, menjelang pertemuan penting FOMC yang digelar pada 7 Mei 2025 waktu AS atau 8 Mei 2025 waktu Indonesia.

 

Menurut coindesk.com, Joel Kruger dari LMAX Group mengatakan bahwa saat ini pasar kripto sedang berada dalam posisi menunggu, di mana para pelaku pasar mengharapkan katalis utama dari pasar tradisional, seperti hasil keputusan FOMC maupun perkembangan seputar dampak ekonomi dari tarif.

 

Vetle Lunde, analis dari K33 Research, mencatat bahwa volatilitas jangka pendek Bitcoin kini berada pada kondisi "sangat tertekan", di mana rata-rata volatilitas 7 harinya mencapai titik terendah dalam 563 hari terakhir.

Lunde memberikan peringatan bahwa fase dengan volatilitas rendah seperti ini sering kali diikuti oleh lonjakan besar, karena posisi leverage akan mengalami likuidasi dan para trader kembali aktif di pasar. Ia menyarankan investor untuk mempertimbangkan eksposur spot yang agresif, karena menurutnya periode dengan pendanaan swap perpetual yang negatif secara historis sering memberikan peluang beli yang menguntungkan bagi investor jangka menengah hingga panjang.

 

"Biasanya, kondisi volatilitas rendah pada Bitcoin seperti ini tidak bertahan lama," ujar Lunde. "Kondisi tenang ini biasanya akan diikuti oleh pergerakan harga yang eksplosif, seiring dengan likuidasi posisi leverage dan kembalinya aktivitas trader di pasar."

 

Sebagai informasi, Bitcoin Dominance adalah indikator yang menunjukkan proporsi nilai pasar Bitcoin dibandingkan dengan total nilai pasar dari seluruh aset kripto. Nilai ini dihitung dengan cara membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar semua cryptocurrency.

 

Dengan kata lain, indikator ini mencerminkan sejauh mana Bitcoin menguasai pangsa pasar dibandingkan altcoin seperti Ethereum, Solana, dan aset kripto lainnya.

Ketika dominasi Bitcoin naik, itu artinya lebih banyak investor mengalihkan dana mereka ke Bitcoin dibandingkan aset kripto lainnya. Hal ini kerap terjadi saat pasar berada dalam kondisi tidak pasti atau sedang mengalami tekanan, karena Bitcoin dinilai sebagai aset kripto paling stabil.

 

Sebaliknya, jika dominasi Bitcoin menurun, itu berarti altcoin mulai diminati dan mendapatkan porsi pasar lebih besar. Fenomena ini dikenal dengan istilah "musim altcoin" atau "altcoin season", yakni periode di mana harga altcoin melonjak tajam dan bahkan melampaui performa Bitcoin dalam jangka pendek.

 

Penurunan dominasi ini bisa menjadi tanda bahwa pasar sedang berada dalam fase optimistis dan investor bersedia mengambil risiko lebih besar.

 

Secara keseluruhan, Bitcoin dominance merupakan alat ukur penting untuk memahami arah tren pasar kripto. Banyak analis dan trader menggunakan indikator ini sebagai acuan dalam membuat strategi investasi, karena perubahan angka dominasi Bitcoin sering kali mencerminkan sentimen dan kecenderungan perilaku investor di dunia aset digital.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.