Bitcoin Tembus US$109.000! Dampak Langsung dari Data Ekonomi AS yang Melemah

Crypto News - Diposting pada 04 July 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Bitcoin (BTC), mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia, kembali mencatatkan reli mengesankan dengan menembus harga US$109.000 — menjadi level tertinggi sejak awal Juni 2025. Lonjakan harga ini terjadi seiring dengan pelemahan data ketenagakerjaan Amerika Serikat, yang memperkuat harapan pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

 

Menurut data CoinMarketCap pada Kamis pagi (3/7/2025), harga Bitcoin sempat melonjak dari US$105.690 ke level tertinggi harian sebesar US$107.763, mencatat kenaikan lebih dari 3% dalam satu hari. Saat berita ini ditulis, harga BTC terkoreksi ringan ke kisaran US$108.650.

 

Volume perdagangan harian BTC pun melonjak 22%, menyentuh angka US$55,3 miliar. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar Bitcoin meningkat 2% ke level US$2,16 triliun.

 

Kenaikan harga Bitcoin juga berdampak pada penguatan berbagai altcoin dan meme coin. Ether (ETH) mencatat kenaikan signifikan sebesar 6% hingga mencapai harga sekitar US$2.560. Sementara itu, BNB, XRP, dan Solana (SOL) turut menguat secara moderat dalam kisaran 1%-2%.

 

Di segmen meme coin, Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) sama-sama mencatat pertumbuhan sekitar 6%, dan Pepe (PEPE) bahkan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 9%.

 

Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar aset kripto mengalami kenaikan sebesar 3%, mencapai sekitar US$3,3 triliun.

 

Sementara itu, indeks sentimen Fear & Greed untuk pasar kripto menunjukkan perubahan signifikan. Skor indeks naik dari 63 ke 73, mengindikasikan pasar telah masuk zona “Greed” atau ketamakan — mencerminkan minat yang lebih besar dari investor terhadap aset berisiko tinggi.

 

Pasar Merespons Data Ketenagakerjaan AS

Penguatan harga Bitcoin kali ini sebagian besar dipicu oleh laporan ketenagakerjaan sektor swasta AS yang dirilis oleh Automatic Data Processing (ADP). Dalam laporan National Employment Report edisi Juni 2025, ADP mencatat penurunan jumlah pekerjaan sebesar 33.000 — yang menjadi level terendah sejak Maret 2023. Sebelumnya, konsensus pasar memperkirakan pertambahan hampir 100.000 pekerjaan.

 

"Walaupun PHK tidak terlalu umum, banyak perusahaan enggan merekrut atau mengganti pekerja yang berhenti. Hal inilah yang menyebabkan berkurangnya penciptaan lapangan kerja bulan lalu," ujar Kepala Ekonom ADP, Nela Richardson.

 

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve mungkin akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Sejumlah analis bahkan memprediksi pemangkasan dapat dilakukan secepatnya pada pertemuan The Fed bulan Juli. Menurut Andre Dragosch, Kepala Riset Eropa di Bitwise, pemangkasan kini menjadi kemungkinan yang semakin realistis.

 

Namun demikian, berdasarkan data FedWatch Tool dari CME Group, mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga baru akan dilakukan pada pertemuan bulan September. Investor tampaknya masih menanti kepastian dari rilis data tenaga kerja nonfarm payrolls yang akan datang.

 

Di luar kondisi makroekonomi AS, Cointelegraph mencatat bahwa peningkatan suplai uang (M2) di kawasan euro turut mendorong minat investor terhadap aset kripto. Data terbaru menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 2,7% pada April 2025, seiring dengan kebijakan ekspansif bank sentral global.

 

Meski demikian, sebagian pelaku pasar masih berhati-hati terhadap potensi resesi global. Hal ini tercermin dari minimnya minat terhadap posisi long dengan leverage tinggi, menunjukkan ketidakpastian arah ekonomi dunia.

 

Ketegangan perdagangan global juga turut memperburuk sentimen. Presiden AS Donald Trump menyatakan ancaman akan memberlakukan tarif impor barang dari Jepang di atas 30% jika perundingan tidak membuahkan hasil sebelum 9 Juli.

 

Di sisi lain, Uni Eropa menginstruksikan perunding perdagangannya untuk bersikap lebih tegas terhadap Amerika Serikat, meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara negara-negara anggotanya.

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.