Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 10 March 2025 Waktu baca 5 menit
Harga Bitcoin mengalami pelemahan seiring dengan volatilitas pasar yang terus berlanjut setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk cadangan strategis Bitcoin bagi Amerika Serikat.
Berdasarkan data Coinmarketcap.com pada Senin (10/3/2025), harga Bitcoin sempat anjlok lebih dari 5% ke level US$81.712, sebelum kembali menguat ke kisaran US$82.000. Tidak hanya Bitcoin, aset kripto lainnya seperti Ether dan XRP juga mengalami penurunan sekitar 7,5%.
Menurut laporan CNBC International, cadangan strategis ini akan bersumber dari aset Bitcoin yang telah disita dalam kasus pidana dan perdata, tanpa ada rencana bagi pemerintah AS untuk membeli Bitcoin tambahan.
Setelah pengumuman terkait cadangan strategis pada Kamis lalu, harga kripto mengalami tekanan karena investor merasa kebijakan tersebut kurang agresif. Namun, sebagian investor tetap optimis bahwa langkah ini akan berdampak positif dalam jangka panjang.
"Saya pikir pasar salah dalam menilai kebijakan ini. Mereka kecewa karena pemerintah tidak langsung mengakuisisi 100.000 hingga 200.000 Bitcoin," ujar Matt Hougan, Kepala Investasi Bitwise Asset Management.
Hougan juga menyoroti pernyataan dari David Sacks, pejabat Gedung Putih untuk sektor kripto dan kecerdasan buatan (AI), yang mengungkapkan bahwa AS akan mencari strategi netral anggaran untuk menambah kepemilikan Bitcoin tanpa membebani pajak warga Amerika.
"Saya rasa pertanyaan utama yang harus diajukan adalah apakah kebijakan ini meningkatkan peluang Bitcoin menjadi aset geopolitik yang lebih penting di masa depan," kata Hougan.
Menurutnya, jika lebih banyak negara mengikuti langkah AS dan membangun cadangan strategis kripto, harga Bitcoin berpotensi melonjak jauh di atas US$80.000, bahkan hingga US$1 juta per koin.
Meskipun harga Bitcoin tengah mengalami koreksi, Hougan menilai penurunan ini hanya bersifat jangka pendek. "Pasar akan segera menemukan keseimbangannya dan menyadari bahwa kebijakan ini sangat menguntungkan dalam jangka panjang bagi Bitcoin dan ekosistem kripto secara keseluruhan," tambahnya.
Menurut data Bloomberg, saat ini AS memiliki Bitcoin senilai US$17,5 miliar, serta aset kripto lainnya senilai US$400 juta, yang tersimpan dalam dompet digital yang teridentifikasi oleh peneliti blockchain Arkham.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.