Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Edukasi - Diposting pada 01 April 2026 Waktu baca 5 menit
Sejak kemunculan smartphone, internet, dan media sosial, berbagai teori bermunculan yang menyoroti dampak negatif dari ketiganya. Namun, apakah semua anggapan tersebut benar?
Sebuah artikel berjudul Is the Smartphone Theory of Everything Wrong? A Comprehensive Investigation karya Derek Thompson mencoba mengulas pertanyaan tersebut. Profesor dari NYU, Arpit Gupta, pernah mengemukakan konsep Smartphone Theory of Everything, yang mengaitkan penggunaan smartphone dengan berbagai isu seperti gangguan mental, kecanduan judi, hingga fenomena gelembung informasi terbaru.
Meski demikian, mendapatkan jawaban pasti terkait hal ini tidaklah mudah. Ekonom dari Stanford, Matthew Gentzkow, menyatakan bahwa sulit menemukan bukti yang kuat mengenai dampak jangka panjang smartphone dan media sosial.
Ia menjelaskan bahwa tidak mungkin mengulang sejarah tanpa kehadiran iPhone atau Facebook sebagai sebuah eksperimen yang valid. Eksperimen acak yang dapat dilakukan biasanya hanya bersifat jangka pendek dan terbatas, sementara analisis data observasional dalam jangka panjang menghadapi kendala besar dalam menentukan hubungan sebab-akibat.
Artikel tersebut juga menekankan bahwa smartphone tidak dapat disamakan dengan rokok, meskipun perbandingan ini sering digunakan. Hal ini karena setiap individu memiliki pengalaman penggunaan online yang berbeda-beda, layaknya perokok yang mengonsumsi jenis rokok yang berbeda.
Penelitian mengenai smartphone juga menjadi kompleks karena dampaknya tidak seragam, cenderung kecil bagi sebagian besar populasi, namun bisa sangat besar bagi sebagian kecil lainnya.
Artikel tersebut juga menyoroti bahwa banyak orang cenderung melebih-lebihkan dampak smartphone terhadap disinformasi, tetapi justru meremehkan pengaruhnya terhadap penyebaran informasi. Salah satu contohnya adalah penelitian Gentzkow yang melibatkan sekitar 1.700 warga Amerika Serikat yang diminta menonaktifkan Facebook selama empat minggu sebelum pemilu paruh waktu 2018.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berhenti menggunakan Facebook merasa lebih bahagia, kurang cemas, dan tidak terlalu terpolarisasi secara politik. Temuan ini membuat sebagian pihak menganggap smartphone dan media sosial sebagai sumber utama permasalahan.
Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa individu yang tidak menggunakan atau menonaktifkan akun juga cenderung kurang mengetahui perkembangan yang terjadi di dunia.
Pada dasarnya, smartphone berfungsi sebagai sarana distribusi informasi. Di dalamnya terdapat aliran informasi yang tidak terhindarkan, mulai dari berita, relasi, hingga interaksi sosial yang memengaruhi setiap individu.
Jika penggunaan smartphone membuat masyarakat Amerika menjadi lebih mudah mengalami depresi, percaya teori konspirasi, atau merasa cemas, kemungkinan hal tersebut dipengaruhi oleh konten informasi yang dikonsumsi, yang cenderung penuh dengan unsur negatif, konspiratif, dan menimbulkan kecemasan.
Artikel tersebut juga menyatakan bahwa permasalahan smartphone justru berkaitan dengan apa yang tidak tersedia di dalam perangkat tersebut.
Sebuah penelitian pada tahun 2025 menemukan bahwa penghapusan akses internet secara acak dari smartphone memberikan dampak positif berupa peningkatan kesehatan mental, kesejahteraan, serta kemampuan mempertahankan perhatian. Namun, dampak positif ini bukan semata-mata karena hilangnya pengaruh smartphone itu sendiri.
Tanpa akses tersebut, individu cenderung lebih aktif dalam bersosialisasi, berolahraga, serta menikmati lingkungan alam.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.