Melejit 100%! Intip Dalamnya Bisnis Tambang Peter Sondakh (ARCI) yang Bikin Saham Terbang

Saham News - Diposting pada 17 June 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Perusahaan tambang emas milik konglomerat Peter Sondakh, yakni PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), membukukan peningkatan pendapatan yang signifikan sepanjang tahun 2024. Total pendapatan perusahaan tercatat mencapai US$287,6 juta atau setara Rp4,68 triliun, meningkat sebesar 15,2% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. Performa positif ini turut mendorong kenaikan tajam harga saham ARCI sepanjang tahun ini.

 

Tercatat, sejak awal tahun 2025, harga saham ARCI telah melesat sebesar 121,31% hingga mencapai level Rp540. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir saja, sahamnya telah mengalami kenaikan 52,54% dengan nilai kapitalisasi pasar yang menyentuh angka Rp13,41 triliun.

 

Lantas, bagaimana kondisi fundamental ARCI di balik lonjakan harga saham tersebut? Berikut adalah rangkuman informasi berdasarkan keterbukaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 17 Juni 2025.

 

Perusahaan mengungkapkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam volume produksi emas akibat bencana alam yang melanda tambang Araren pada April 2024. Produksi emas anjlok menjadi 93,4 ribu ons dari sebelumnya 123,3 ribu ons, atau setara penurunan 24,2%.

 

Volume penjualan emas juga mengalami penurunan menjadi 97,1 ribu ons, atau turun 19,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pendapatan perusahaan tetap mencatat pertumbuhan.

 

Anak usaha perusahaan, PT Emas, yang bergerak di bidang pemurnian emas, menyumbang pendapatan sebesar US$78,2 juta, naik dari US$72,4 juta pada tahun sebelumnya.

 

Namun demikian, laba bersih ARCI justru turun 29,7% menjadi US$10,4 juta atau sekitar Rp169,42 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya beban pokok penjualan yang mencapai US$227 juta selama tahun 2024.

 

Selama tahun 2024, ARCI mengalokasikan belanja modal sebesar US$91,8 juta, yang difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pertambangan. Salah satu tonggak pentingnya adalah pelaksanaan peledakan pertama di tambang bawah tanah pit Kopra pada tanggal 5 Desember 2024.

 

Hingga pekan kedua bulan Juni 2025, proyek pengembangan tambang bawah tanah ARCI telah mencapai panjang sekitar 425 meter. Ke depannya, perusahaan menargetkan percepatan pembangunan tambang bawah tanah tersebut serta melakukan eksplorasi pada pit-pit baru lainnya.

 

“Perusahaan menargetkan peningkatan produksi emas sebesar 25–30% sepanjang tahun ini,” tulis manajemen ARCI dalam laporan keterbukaan informasi di BEI, Selasa (17/6/2025).

 

Di luar lini bisnis pertambangan emas, ARCI juga mulai menjajaki peluang di sektor energi baru terbarukan melalui anak usahanya, PT Toka Tindung Geothermal (TTG). Saat ini, TTG sedang dalam tahap pengurusan izin lingkungan untuk proyek pengembangan energi panas bumi.

 

Sebagai informasi, PT TTG merupakan hasil kerja sama antara ARCI dan PT Ormat Geothermal Indonesia yang didirikan pada tahun 2024. Pada Juni 2025, TTG telah berhasil memperoleh izin pengelolaan panas bumi untuk proyek di Kota Bitung dengan target kapasitas sebesar 40 Mega Watt (MW).

 

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia per 17 Juni 2025, kepemilikan saham ARCI didominasi oleh PT Rajawali Corpora dengan porsi 85%. Sementara itu, PT Basis Utama menguasai 6,17%, dan sisanya sebesar 8,8% dimiliki oleh publik.

 

Rajawali Corpora sendiri merupakan perusahaan induk milik Peter Sondakh yang memiliki portofolio usaha di berbagai sektor industri.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.