Jepang Mundur, China Makin Gencar Investasi di Indonesia! Ini Dampaknya

Investasi Digital - Diposting pada 30 July 2025 Waktu baca 5 menit

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan bahwa realisasi investasi pada paruh pertama tahun 2025 mencapai Rp942 triliun, tumbuh sebesar 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Capaian ini merepresentasikan 49,5% dari target total investasi nasional tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp1.905,9 triliun.

 

Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp432,6 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi Rp510,3 triliun.

 

Hal yang menarik adalah terjadinya perubahan besar dalam struktur PMA Indonesia dalam enam tahun terakhir. Jepang, yang dulunya merupakan salah satu investor terbesar dan paling stabil di Indonesia, kini mulai tergeser dari posisi atas.

 

Sebaliknya, Malaysia menunjukkan peningkatan signifikan, setelah sempat absen dari lima besar negara investor utama selama beberapa tahun terakhir.

 

Perubahan ini terlihat dalam data dari tahun 2019, 2023, 2024, dan 2025. CNBC Indonesia Research tidak mencantumkan data dari 2020 hingga 2022 karena masa tersebut merupakan periode pandemi Covid-19, yang menyebabkan aktivitas ekonomi melambat.

 

Lima Negara Teratas dalam Realisasi PMA Semester I (US$ miliar):

Negara 1H2019 1H2020 1H2023 1H2024 1H2025
Singapura 3,4 4,7 7,7 8,9 8,8
Jepang 2,4 1,2 2,0 1,8 1,6
China 2,3 2,4 3,8 3,9 3,6
Hong Kong 1,3 1,8 3,5 3,8 4,6
Malaysia 1,0 5,9 1,7

 

Apakah Jepang Sedang Menjauh dari Indonesia?

Data dari BKPM menunjukkan bahwa Jepang sebelumnya merupakan salah satu pemain utama dalam investasi asing di Indonesia. Pada semester I tahun 2019, Jepang berada di peringkat kedua dengan nilai investasi sebesar US$2,4 miliar, hanya kalah dari Singapura dan berada di atas China, Hong Kong, serta Malaysia.

 

Namun, sejak saat itu, tren investasi dari Jepang mengalami penurunan secara konsisten. Pada semester I tahun 2020, investasi Jepang merosot menjadi US$1,2 miliar dan turun ke peringkat keempat.

 

Walau sempat membaik pada semester I 2023 dengan nilai US$2 miliar, Jepang tetap tidak mampu kembali ke posisi tiga besar.

 

Tren negatif tersebut berlanjut di semester I 2024 dengan nilai turun ke US$1,8 miliar, menempatkan Jepang di peringkat kelima.

 

Kondisi makin memburuk pada semester I 2025 saat investasi Jepang hanya mencapai US$1,6 miliar, menjadikannya negara dengan nilai investasi paling kecil di antara lima besar investor asing.

 

Kebangkitan Investasi dari Malaysia

Berbeda dari Jepang, tren investasi Malaysia dan China justru menunjukkan arah yang lebih positif dalam beberapa tahun terakhir.

 

China telah mencatatkan pertumbuhan investasi signifikan sejak 2017. Dari hanya US$297 juta pada 2013 dan berada di posisi ke-12, naik menjadi US$628 juta di 2015 (peringkat 9), dan berhasil masuk ke tiga besar pada 2017.

 

Pada semester I 2019, investasi China mencapai US$2,3 miliar dan berada di posisi ketiga. Kini, pada semester I 2025, angkanya telah naik menjadi US$3,6 miliar.

 

Malaysia, yang pada semester I 2019 berada di peringkat kelima dengan investasi US$1 miliar, mengalami lonjakan drastis di semester I 2020 menjadi US$5,9 miliar, menduduki peringkat ketiga dan melampaui Jepang serta Hong Kong.

 

Setelah sempat tidak masuk lima besar di tahun 2023 dan 2024, Malaysia kembali ke daftar teratas di semester I 2025 dengan realisasi investasi sebesar US$1,7 miliar dan menempati posisi keempat, satu tingkat di atas Jepang.

 

Kembalinya Malaysia menandakan kebangkitan dan ketertarikan baru dari para investor Malaysia terhadap potensi ekonomi Indonesia.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.