Saham News
IHSG Hari Ini Berpotensi Bergerak! Rekomendasi Saham Terbaik Jumat, 8 Mei 2026
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 08 May 2026 Waktu baca 5 menit
Utang global kembali mencapai level tertinggi baru dan saat ini mendekati US$353 triliun atau sekitar Rp6.125 kuadriliun dengan asumsi kurs Rp17.355 per dolar AS. Di tengah kenaikan tersebut, investor internasional mulai memperlihatkan kecenderungan mengurangi kepemilikan pada obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Hal itu terungkap dalam laporan triwulanan Global Debt Monitor yang dirilis oleh Institute of International Finance (IIF) pada Rabu waktu setempat.
IIF mencatat minat investor asing terhadap obligasi pemerintah Jepang dan Eropa meningkat, sementara permintaan terhadap surat utang pemerintah AS cenderung stagnan sejak awal tahun.
Direktur Pasar dan Kebijakan Global IIF, Emre Tiftik, seperti dikutip Reuters pada Kamis (7/5/2026), mengatakan bahwa tren tersebut sebagian mencerminkan perbedaan arah perkembangan utang yang kini semakin memengaruhi keputusan alokasi investasi global.
Menurut Tiftik, kebijakan fiskal AS menjadi perhatian utama pelaku pasar. Berdasarkan kebijakan yang berlaku saat ini, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Ia menambahkan bahwa proyeksi terbaru dari Kantor Anggaran Kongres menunjukkan prospek fiskal jangka panjang AS semakin memburuk.
Situasi tersebut berbeda dengan zona euro dan Jepang yang dinilai memiliki jalur rasio utang lebih terkendali meskipun tetap menjalankan kebijakan fiskal ekspansif.
Meski demikian, pasar obligasi korporasi AS masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. IIF menyebut penerbitan surat utang terkait pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta derasnya aliran modal asing masih menopang pasar tersebut.
Laporan itu juga mengungkapkan bahwa utang global meningkat lebih dari US$4,4 triliun atau sekitar Rp76.362 triliun pada kuartal I-2026. Kenaikan ini menjadi yang tercepat sejak pertengahan 2025 sekaligus mencatat lima kuartal berturut-turut mengalami peningkatan.
IIF menilai lonjakan pinjaman pemerintah AS menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan utang global. Selain Amerika Serikat, peningkatan signifikan juga terjadi di China.
Namun, Tiftik menyoroti bahwa kenaikan utang di China lebih banyak dipicu oleh korporasi non-keuangan, terutama perusahaan milik negara, dan nilainya bahkan melampaui penambahan utang pemerintah pusat.
Di luar dua ekonomi terbesar dunia tersebut, utang di negara maju justru sedikit menurun. Sementara itu, negara berkembang selain China mencatat kenaikan moderat hingga mencapai rekor US$36,8 triliun atau sekitar Rp638.664 triliun, yang terutama didorong oleh peningkatan pinjaman pemerintah.
Secara keseluruhan, rasio utang global kini berada di level 305% terhadap output ekonomi dunia. Angka tersebut relatif stabil sejak 2023, meskipun pola pergerakannya berbeda antara negara maju dan negara berkembang.
IIF mencatat peningkatan rasio utang terbesar terjadi di Norwegia, Kuwait, China, Bahrain, dan Arab Saudi. Kelima negara itu mengalami kenaikan lebih dari 30 poin persentase terhadap PDB masing-masing.
Ke depan, IIF memperkirakan tekanan struktural akan membuat utang pemerintah dan korporasi terus meningkat dalam jangka menengah maupun panjang. Faktor pendorongnya meliputi penuaan populasi, peningkatan anggaran pertahanan, diversifikasi energi, keamanan siber, hingga investasi besar di bidang AI.
Tiftik juga menyebut konflik terbaru di Timur Tengah diperkirakan akan memperburuk sejumlah tekanan tersebut.
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.