Crypto News
Revealed! Who Owns the Most Bitcoin in 2026? Shocking Data & Top Holders List
/index.php
Berita Terkini - Posted on 24 June 2024 Reading time 5 minutes
DIGIVESTASI - Pemerintah Percepat Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara. Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ke Nusantara, dan pembangunan kota baru ini sedang dipercepat untuk beroperasi sesegera mungkin. Pemerintahan Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana pemindahan ibu kota ke IKN (Ibu Kota Nusantara) pada 2019. Salah satu alasannya adalah untuk mengurangi beban wilayah Jakarta dan Jabodetabek.
Saat ini, Jakarta menghadapi masalah ekologi seperti penurunan tanah, yang mengancam beberapa daerah dengan banjir karena naiknya permukaan laut. Masalah ini juga menarik perhatian Presiden AS Joe Biden. Dalam pidatonya di Kantor Direktur Intelijen Nasional pada akhir Juli 2021, Biden menyebutkan bahwa Jakarta berisiko tenggelam karena perubahan iklim yang melanda seluruh dunia.
"Jika permukaan laut naik dua setengah kaki lagi, Anda akan memiliki jutaan orang yang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur ..." Kata Biden saat itu. "Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan modal mereka karena mereka akan berada di bawah air?"
Pernyataan Biden didukung oleh data dari World Economic Forum pada 2019, yang menyebut Jakarta sebagai kota paling berisiko tenggelam pada 2100, diikuti oleh Lagos, Nigeria, dan Houston, AS. Pada tahun 2021, badan antariksa AS NASA juga menyatakan bahwa kenaikan suhu global dan mencairnya lapisan es menyebabkan banyak kota pesisir, termasuk Jakarta, menghadapi peningkatan risiko banjir dan luapan air laut.
"Masalah banjir telah memburuk dalam beberapa dekade terakhir karena pemompaan air tanah menyebabkan penurunan tanah," kata NASA. NASA mencatat bahwa kenaikan permukaan laut global rata-rata 3,3 mm per tahun dan peningkatan intensitas badai membuat banjir sering terjadi. Sejak tahun 1990-an, banjir besar telah terjadi di Jakarta, dan musim hujan tahun 2007 melihat 70% dari daerah tersebut terendam.
NASA juga mengunggah gambar Landsat yang menunjukkan evolusi Jakarta selama tiga dekade terakhir. Deforestasi dan pemindahan vegetasi lainnya di sepanjang sungai Ciliwung dan Cisadane mengurangi penyerapan air, menyebabkan luapan dan banjir bandang. Populasi Jakarta, lebih dari dua kali lipat antara tahun 1990 dan 2020, berarti lebih banyak orang yang tinggal di dataran banjir berisiko tinggi.
Selain itu, banyak saluran sungai dan kanal telah menyempit atau tersumbat oleh sedimen dan limbah, membuatnya sangat rentan terhadap luapan. Satu gambar dari tahun 1990 menunjukkan bahwa pengembangan lahan buatan telah menyebar ke perairan dangkal Teluk Jakarta. Analis data menunjukkan bahwa orang telah membangun setidaknya 1.185 hektar lahan baru di sepanjang pantai.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Source: cnbcindonesia.com
What do you think about this topic? Tell us what you think. Don't forget to follow Digivestasi's Instagram, TikTok, Youtube accounts to keep you updated with the latest information about economics, finance, digital technology and digital asset investment.
DISCLAIMER
All information contained on our website is summarized from reliable sources and published in good faith and for the purpose of providing general information only. Any action taken by readers on information from this site is their own responsibility.