Berita Terkini
Siap - Siap! Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran Rp13 Triliun, Ini Rinciannya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 04 February 2025 Waktu baca 5 menit
Harga Minyak Mentah Dunia Merosot 1 Persen Setelah Trump Tunda Tarif Impor Kanada dan Meksiko
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan hingga 1 persen pada Selasa (4/3) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat menunda penerapan tarif impor tinggi terhadap produk dari Meksiko dan Kanada. Kedua negara tersebut merupakan pemasok utama minyak asing bagi AS.
Harga minyak mentah berjangka Brent melemah 41 sen atau 0,5 persen menjadi USD 75,55 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 75 sen atau 1 persen menjadi USD 72,41 per barel.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan AS untuk meningkatkan upaya penegakan hukum di perbatasan.
Langkah ini merupakan respons terhadap tuntutan Trump untuk memperketat pengawasan terhadap imigrasi ilegal dan penyelundupan narkoba ke AS. Sebagai hasil dari kesepakatan tersebut, kebijakan tarif tinggi yang direncanakan Trump terhadap kedua negara ditunda selama 30 hari.
Sebelumnya, Trump telah menetapkan tarif impor sebesar 25 persen terhadap barang-barang asal Kanada dan pungutan tambahan sebesar 10 persen untuk minyak.
Selain dengan Kanada, Trump juga menunda kebijakan tarif impor terhadap produk Meksiko setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
Analis dari ING menilai bahwa Kanada tetap berisiko terkena dampak perang dagang kecuali jika negara tersebut memperluas jaringan ekspor minyaknya ke luar AS melalui pembangunan lebih banyak jalur pipa dari ladang minyak ke pelabuhan.
"Butuh waktu beberapa tahun untuk membangun infrastruktur ini, tetapi langkah tersebut akan memberi produsen Kanada lebih banyak fleksibilitas dan membuka lebih banyak tujuan ekspor minyak," ujar analis ING, dikutip dari Reuters.
Sementara itu, Trump dijadwalkan berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pekan ini. Gedung Putih menyebutkan bahwa pertemuan tersebut akan membahas kebijakan tarif impor 10 persen untuk semua barang asal Tiongkok yang dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa mendatang.
Kebijakan tarif dagang Trump ini menimbulkan risiko inflasi. Tiga pejabat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), memperingatkan bahwa ketidakpastian terkait harga dapat memperlambat rencana pemangkasan suku bunga yang sebelumnya telah ditargetkan.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak.
Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) juga membahas permintaan Trump untuk meningkatkan produksi minyak. Arab Saudi dan negara-negara anggota lainnya tetap pada rencana mereka untuk menaikkan produksi secara bertahap mulai April 2025.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.